Me & PlendQuw ^,^

Jumat, 21 Mei 2010

Jakarta, 
Menurut pengamat perbankan Aviliani, puluhan bank tersebut adalah bank skala kecil yang memiliki modal di bawah Rp 1 triliun. Meski tidak berdampak sistemik, jika semakin banyak bank berskala kecil yang menyusul dilikuidasi, maka bisa menurunkan kredibilitas perbankan nasional. Kondisi perbankan skala kecil ini makin diperparah karena tidak ada jaminan pinjaman antar bank. Padahal pinjaman antar bank merupakan salah satu alternatif bagi perbankan kecil untuk menambah modalnya.

Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) adalah skema bantuan (pinjaman) yang diberikan Bank Indonesia kepada bank-bank yang mengalami masalah likuiditas pada saat terjadinya krisis moneter 1998 di Indonesia Skema ini dilakukan berdasarkan perjanjian Indonesia dengan IMF dalam mengatasi masalah krisis. Pada bulan Desember 1998, BI telah menyalurkan BLBI sebesar Rp 147,7 triliun kepada 48 bank.
Audit BPK terhadap penggunaan dana BLBI oleh ke-48 bank tersebut menyimpulkan telah terjadi indikasi penyimpangan sebesar Rp 138 triliun.

Kemudian ditahun 2009, "Sekitar 30-50 bank yang bisa mengalami seperti itu. Mereka adalah bank yang modalnya Rp 1 triliun ke bawah. Memang tidak sistemik, karena ada 15 bank besar yang mengusasi 70% aset. Tapi kan pemerintah harus menyiapkan juga, apalagi yang bahaya adalah krisis kredibilitas," katanya ketika dihubungi detikFinance, Minggu (19/4/2009). Seperti halnya Bank milik perusahaan Bambang Rachmadi itu dilikuidasi oleh BI karena seretnya modal dan kredit macet yang membengkak.Bank-bank kecil memang sedang mengalami ujian likuiditas sejak krisis moneter global melanda mulai Oktober 2008. Sejak itu, kepercayaan nasabah pada bank-bank kecil menurun dan nasabah pun berbondong-bondong mengalihkan dananya ke bank-bank besar.
 
Bank-bank skala kecil pun makin kesulitan likuiditas. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab suku bunga bank enggan turun meski BI Rate sudah dipangkas beberapa kali.
"Inilah mengapa meski SBI turun, suku bunga bank tidak turun-turun. Karena bank sedang sulit mencari dana, mereka mencarinya dengan menjaga suku bunganya. Tapi dana yang didapat hanya bisa untuk likuiditas saja, tidak bisa untuk menyalurkan kredit lagi. Bagi bank yang portofolio kreditnya tidak banyak, begitu sebagian bermasalah, maka NPL-nya jadi membesar," jelasnya.




Sumber : 
http://www.detikfinance.com/read/2009/04/19/163003/1117765/5/puluhan-bank-berpeluang-menyusul-likuidasi-bank-ifi
http://id.wikipedia.org/wiki/Bantuan_Likuiditas_Bank_Indonesia

     Liputan6.com, Jakarta: Untuk memperluas pangsa pasarnya, perusahaan ritel asal Prancis, Carrefour, akan membeli mayoritas saham Alfa Supermarket. Carrefoer sepakat akan membeli 75 persen saham Alfa , 
beberapa gerai tepatnya 17 gerai, akan berubah nama menjadi Carrefour Express dengan total pembelian maksimum mencapai Rp 680 miliar. Sebenarnya total gerai yang dimiliki Alfa saat dibeli oleh Carrefour adalah 29. Tetapi beberapa gerai luasnya kurang dari 3.500 meter persegi. Dan ini kurang memenuhi syarat untuk disebut sebagai Hypermarket. Oleh karena itu gerai-gerai tersebut dibanding dengan nama Carrefour Express. Sisanya dengan nama Carrefour. Carrefour Express sendiri adalah format Supermarket yang dimiliki oleh Carrefour, disamping format Hypermarket yang sebelumnya telah dikenal luas dengan nama Carrefour.

     Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, Handaka Santosa, menilai upaya Carrefour memiliki mayoritas saham Alfa hanya sebagai strategi bisnis. Pembelian saham ini menurutnya tidak akan mempengaruhi persaingan bisnis ritel di Indonesia. Sementara itu, anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha, Erwin Syahril, menyesalkan belum adanya peraturan pemerintah tentang akuisisi perusahaan ritel. Sebab, ia melihat upaya pembelian saham Alfa ini akan berdampak terhadap persaingan usaha tidak sehat.

     Menurut data KPPU, pangsa pasar Carrefour saat ini mencapai 40 persen dengan total penjualan Rp 7 triliun setiap tahun. Alfa sendiri memiliki puluhan gerai di seluruh Indonesia. Jika akuisisi Alfa berhasil, pangsa pasar keduanya bisa mencapai separuh dari keseluruhan bisnis ritel modern di Indonesia.(ADO/Tim Liputan 6 SCTV).



Sumber : 
http://infopulsa.com/2007/12/24/carrefour-akuisisi-alfa-supermarket/
http://beritaretail.wordpress.com/2008/07/24/akuisisi-75-saham-alfa-oleh-carrefour/

Kamis, 20 Mei 2010

     Sebelum digabung, Niaga adalah bank terbesar keenam di Indonesia dengan total aset Rp 54,8 triliun. Posisinya di bawah Bank Danamon yang punya aset jauh lebih tinggi, yakni Rp 94,5 triliun. Sedangkan, LippoBank berada diurutan kesepuluh dengan aset Rp 39,7 triliun. Lippo jauh tertinggal oleh Danamon, Niaga, Panin, Bank International Indonesia, Bank Permata dan Bank Tabungan Negara.
 
     Setelah menunggu selama enam bulan, Bank Lippo dan Niaga akhirnya merger pada 3 Juni 2008. Rencananya bank hasil merger akan dinamakan Bank Commerce International Merchant Bankers (CIMB) - Niaga. Entitas Bank Niaga dipertahankan karena memiliki aset lebih besar, sedangkan nama Lippo masuk kotak sejarah. "Penggabungan itu akan menguatkan posisi CIMB-Niaga dalam persaingan industri keuangan di Indonesia," ujar Group Chief Executive CIMB Group, Dato' Nazir Razak, kemarin. 

     Menurut dia, kedua bank memiliki kelebihan masing-masing. Bank Niaga adalah pemain kuat di segmen korporat dan kredit perumahan. Sedangkan, LippoBank cukup kuat di usaha kecil menengah (UKM) dan sistem pembayaran. Dalam proses itu tidak ada pegawai yang akan dikeluarkan. CIMB-Niaga justru menambah ribuan pegawai baru untuk mempercepat ekspansi.

     Berdasarkan data BI triwulan 1-2008, nilai aset CIMB Niaga sebesar Rp 54,82 triliun, sedangkan nilai aset Lippo sebesar Rp 39,73 triliun. merujuk pada data BI tersebut, total aset kedua bank setelah merger diperkirakan menjadi RP 94,55 triliun. 

      "Kami tak menjual salah satu bank, kami pilih menggabungkannya," ujar Wakil Perdana Menteri Malaysia YAB Dato Sri Mohd Najib Tun Abdul Razak saat penandatanganan merger kedua bank tersebut. Khazanah Berhad asal Malaysia adalah pengendali kedua bank, yakni LippoBank dan Bank Niaga.

     Merger Niaga dan Lippo merupakan dampak dari diterapkannya aturan kepemilikan tunggal (single presence policy/spp) yang ditetapkan Bank Indonesia. Ketentuan SPP mewajibkan kepemilikan tunggal bagi pemegang saham pengendali di lebih dari satu bank. oleh karena itu, Khazanah Berhad selaku pemilik Bank Niaga dan Lippo memutuskan untuk melakukan merger.

     Sebelum merger, Khazanah memiliki 93% saham bank Lippo melalui Santubong Investment BV dan Greatville Pte Ltd. Sedangkan di Bank Niaga sebesar 62,41% melalui CIMB Group penyedia jasa keuangan terbesar kedua di Malaysia milik Bumiputera-Commerce Holding Berhad (BCHB). Proses merger diperkirakan menelan dana sebesar Rp 1,112 triliun yang akan diambil dari dana internal CIMB, dengan perincian pengeluaran, 30 persen akan dikeluarkan pada 2008, pada 2009 dialokasikan 38% dan sisanya akan dikeluarkan pada 2010.

     Proses merger dilakukan dengan pembelian 51% saham Bank Lippo oleh CIMB group dari Santubong ventures, anak usaha Khazanah Berhad, dengan nilai Rp 5,9 triliun. Dan selanjutnya, Khazanah akan mendapat 207,1 juta lembar saham baru di Bumiputera-Commerce Holding Berhad (BCHB), anak perusahaan CIMB Group. Setelah merger, CIMB dan Khazanah masing-masing menguasai saham sebesar 58,7% dan 18,7%.


Sumber :
http://buletinbisnis.wordpress.com/2008/06/03/cimb-niaga-nama-baru-bank-hasil-merger-lippo-dan-niaga/
http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2008/06/02/brk,20080602-124185,id.html

Rabu, 07 April 2010

Analisis SWOT Bank BCA

Analisis SWOT :

  1. Menambah rentang produk dan fitur e-banking, 
  2. Mempertahankan ekuitas merek dengan memeprtahankan biaya transaksi yang murah, 
  3. Mempertahankan citra perusahaan yang baik dengan mensponsori kegiatan-kegiatan sosial, Cepat dan tanggap atas keluhan dan kritik nasabah, 
  4. Menambah jaringan bank kedalam dan luar negeri.

Culture Bank BCA

Keberadaan budaya perusahaan yang tepat dalam memenangkan kompetisi dunia perbankan yang semakin ketat. Budaya perusahaan harus dapat mendukung visi dari perusahaan, strategi, skenario proses bisnis, struktur organisasi dan karakteristik dari sumber daya manusianya Salah satu formula yang cocok untuk menghadapi kompetisi yang makin ketat adalah budaya perusahaan yeng berbasis kewirausahaan dimana perusahaan dituntut untuk dapat berperilaku dan berpikir secara entrepreneurial guna mengantisipasi dan menjawab tantangan-tantangan tersebut. 
Untuk dapat mempertahankan posisinya sebagai perbankan swasta terkemuka di Indonesia, BCA perlu meningkatkan pelaksanaan budaya intrapreneurship baik untuk keadaan kulturnya maupun kepemimpinan yang entrepreneurial dalam perusahaan tersebut. 

Visi dan Misi Bank BCA

Visi
Bank pilihan utama andalan masyarakat, yang berperan sebagai pilar penting perekonomian Indonesia mendorong perusahaan untuk dapat menghadapi tantangan bisnis yang ada saat ini.

Misi
1. Membangun institusi yang unggul di bidang penyelesaian pembayaran dan solusi keuangan bagi nasabah bisnis dan perseorangan,
2. Memahami beragam kebutuhan nasabah dan memberikan layanan finansial yang tepat demi tercapainya kepuasan optimal bagi nasabah, dan
3. Meningkatkan nilai francais dan nilai stakeholder BCA

Nilai Perusahaan Bank BCA


Memelihara Likuiditas
BCA berhasil memelihara posisi likuiditas yang kuat untuk mendukung kebutuhan operasional dan strategi pertumbuhan usaha sepanjang tahun 2008. Upaya-upaya yang telah dilakukan adalah pengelolaan dana pihak ketiga secara aktif dan perbaikan komposisi aktiva produktif termasuk pengelolaan secara berimbang portofolio aktiva jangka pendek dan jangka panjang, surat-surat berharga dan obligasi pemerintah.
1. Mempertahankan posisi likuiditas
2. Mengelola portofolio Sertifi kat Bank Indonesia (SBI) dan Obligasi Pemerintah jangka pendek
3. Meningkatkan dana pihak ketiga

Mempertahankan Profi tabilitas
BCA membukukan pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 29,0%, sementara pendapatan operasional lainnya naik 35,7%. Peningkatan pendapatan tersebut yang diimbangi dengan stabilnya cost effi ciency ratio, telah berdampak pada kenaikan laba bersih sebesar 28,7% pada tahun 2008.
1. Menjaga kualitas portofolio kredit
2. Mengoptimalkan marjin bunga bersih
3. Mengelola biaya operasional

Memperkuat Franchise Value
Sepanjang tahun 2008, BCA mempertahankan nilai bisnisnya sebagai bank transaksional terbesar di Indonesia dengan memperluas jaringan distribusi untuk menjangkau lebih banyak nasabah, menawarkan beragam layanan dan inovasi produk untuk kemudahan dan kenyamanan nasabah serta membangun kapabilitas dalam menangani peningkatan volume transaksi di masa-masa mendatang.
1. Melakukan investasi untuk kenyamanan nasabah
2. Mempertahankan nilai unik BCA sebagai bank transaksional
3. Mengembangkan kompetensi-kompetensi baru


Jumat, 12 Maret 2010

Pencitraan Perusahaan

PENCITRAAN PERUSAHAAN BANK

Menariknya, hampir dalam setiap keseharian kita selalu dibombardir dengan sejumlah iklan dari berbagai media. Mulai dari tayangan lewat TV saat bangun tidur, iklan lewat radio saat di mobil, iklan outdoor dipinggir jalan, sampai dengan iklan di toilet yang sekadar berupa stiker dengan logo produk tertentu. Inilah bukti bahwa kehidupan kita memang tidak dapat dilepaskan dari tayangan iklan dan komersialisasi.
Tak sekadar tayangan iklan, corporate branding sejatinya sangat lekat dengan visi dan misi perusahaan dalam jangka panjang. Mungkin sebagian besar dari Anda pernah melihat iklan Bank Rakyat Indonesia. Melalui konsep komunikasi pemasaran yang sederhana dan sesuai dengan target marketnya, Bank yang kental dengan nuansa mikro dan kredit ini toh akhirnya mampu mengaksentuasi tayangan iklan yang menarik. Dengan mengusung endorser masyarakat pedesaan, upaya Bank Rakyat Indonesia untuk mencitrakan diri sebagai bank yang dekat dengan masyarkat nyatanya berhasil sukses.
Lalu apa buktinya? Meski di tengah iklim usaha yang sedikit terseok-seok, toh pada akhirnya, Bank Rakyat Indonesia mampu melaju dengan performa laba perusahaan sampai dengan 30 persen pada 2008 kuartal I. Tak hanya itu, pertumbuhan kredit mikro BRI pun juga kian kinclong di beberapa daerah. Bahkan jika kita tengok lebih jauh, BRI makin luas menyasar ke semua wilayah, sampai pada level kecamatan.
Konsep corporate branding yang disandingkan dengan upaya untuk menjaga agar kue pasar tetap kokoh, sejatinya merupakan tujuan utama yang hendak dicapai. Meski beberapa bank saat ini gencar berpromosi dan sedikit latah dengan melahirkan produk micro banking, sebagai salah satu bank tertua di negeri ini, pada akhirnya BRI mampu menasbihkan posisinya sebagai salah satu Bank papan atas di negeri ini.
Kredibilitas, adalah kata yang tepat untuk menggambarkan betapa BRI telah membangun citranya sebagai bank milik rakyat selama puluhan tahun. Jejak langkah BRI memang sempat pasang surut di tengah terpaan ekonomi yang kadang sulit diprediksi. ”BRI adalah bank kaum wong cilik” begitulah kiranya kalimat yang dilontarkan oleh nasabah loyal dari bank yang sebenarnya tak kalah hebat dengan grameen bank milik Mohamad Yunus, Bapak peraih nobel dunia ekonomi asal Bangladesh.


Kredibilitas Vs realitas 

Tak banyak yang paham dan sadar bahwa kredibilitas sejatinya merupakan aset perusahaan. Bagaimana pun perlu waktu yang tidak pendek untuk membangun corporate branding. Selain diperlukan upaya dan biaya yang tidak murah, belakangan perusahaan mulai gencar menjaga agar image perusahaan tetap terjaga di mata stake holder atau pihak-pihak yang berkepentingan. Tengok saja sejumlah perusahaan papan atas yang kini mulai mengusung berbagai program yang mampu mendongkrak image mereka.
Lalu apa tren perusahaan membangun citra perusahaannya? Selalu ada banyak cara untuk membuat banyak pihak percaya. Begitulah kiranya yang diyakini oleh para pelaku bisnis di hingga kini. Berbagai cara pun ditempuh untuk membangun corporate brand, mulai dari program rebranding dan perggantian logo, Public Relation yang berkesinambungan, sampai dengan keterlibatan media dalam mendorong pencitraan perusahaan melalui sejumlah event.
Disadari atau tidak, kegiatan branding bagi perusahaan telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan bisnis mereka. Meskipun efeknya tidak secara langsung berpengaruh pada saat itu, namun strategi pencitraan perusahaan justru menjadi jembatan untuk membangun kepercayaan berbagai pihak. Pemerintah sebagai regulator, investor dan pemegang saham, bahkan konsumen hanyalah sebagian kecil komponen yang akhirnya memberikan penilaian positif bagi perusahaan. Apalagi ujungnya kalau bukan good corporate governance.

Sabtu, 27 Februari 2010

PENGERTIAN MANAJEMEN STRATEGIS


PENGERTIAN MANAJEMEN STRATEGIS

Manajemen strategis adalah proses penetapan tujuan organisasi, pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran tersebut, serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan organisasi.
Manajemen strategi adalah seperangkat keputusan dan tindakan yang digunakan untuk memformulasikan dan mengimplementasikan strategi-strategi yang berdaya saing tinggi dan sesuai bagi perusahaan dan lingkungannya untuk mencapai sasaran organisasi.
Manajemen strategis adalah proses untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasi apa yang ingin mereka capai, dan bagaimana seharusnya mereka mencapai hasil yang bernilai. Besarnya peranan manajemen strategis semakin banyak diakui pada masa-masa ini dibanding masa-masa sebelumnya. Dalam perekonomian global yang memungkinkan pergerakan barang dan jasa secara bebas diantara berbagai negara, perusahaan-perusahaan terus ditantang untuk semakin kompetitif. Banyak dari perusahaan yang telah meningkatkan tingkat kompetisinya ini menawarkan produk kepada konsumen dengan nilai yang lebih tinggi, dan hal ini sering menghasilkan laba diatas rata-rata (Michael A. Hitt &  R. Duane Ireland & Robert E. Hoslisson (1997,XV)
Manajemen strategis mengkombinasikan aktivitas-aktivitas dari berbagai bagian fungsional suatu bisnis untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen strategis memberikan arahan menyeluruh untuk perusahaan dan terkait erat dengan bidang perilaku organisasi.
Tujuan Manajemen Strategi :
1.         Melaksanakan dan mengevaluasi strategi yang dipilih secara efektif dan efisien
2.         Senantiasa memperbarui strategi yang dirumuskan
3.         Senantiasa meninjau kembali kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bisnis yang ada
4.         Senantiasa melakukan inovasi atas produk agar sesuai dengan selera konsumen

sumber :  

Rabu, 30 Desember 2009

Webtrust

 
Sekilas Tentang Webtrust
Webtrust adalah stempel yang diberikan kepada situs web yang secara konsisten menjalankan standard-standard yang telah dibuat oleh Canadian Institute of Chartered Accountants (CICA) dan American Institute of Chartered Public Accountants (AICPA). Stempel ini diberikan kepada suatu situs web yang telah memenuhi standar-standar yang telah ditentukan oleh CICA dan AICPA. Saat ini webtrust telah diakui secara internasional, standard-standard ini dapat berlaku pada area privacy, security, business practices/transaction integrity, availability, confidentiality or non-repudiation. Webtrust dikembangkan karena kekhawatiran konsumen dan dunia bisnis akan privasi dan keamanan web, karena pada zaman yang modern seperti saat ini penipuan dengan menggunakan fasilitas web marak terjadi, oleh sebab itu para konsumen dan para pelaku bisnis merasa dirugikan jika itu semua terjadi. Webtrust terus mengalami perkembangan sehingga ditujukan agar konsumen dapat menkonfirmasi legitimasi perusahaan yang menawarkan barang dan jasa melalui web. Tidak seperti stempel internet lainnya yang mengklaim telah melindungi privasi dari konsumen atau perusahaan, webtrust adalah satu-satunya stempel yang diadministrasi oleh pihak ketiga. Dengan kata lain, jika kita melihat stempel webtrust pada sebuah website, pemilik web tersebut tidak mendapatkan stempel dengan hanya membayar atas keistimewaan yang dimiliki (stempel webtrust). Untuk mendapatkan stempel webtrust, sebuah web haruslah memenuhi standar-standar yang telah ditentukan oleh badan akuntansi profesional yaitu AICPA dan CICA dan situs akan diaudit atas ketaatannya terhadap standar webtrust setidaknya 6 bulan sekali.
Pemilik dari website yang telah diberikan stempel webtrust percaya bahwa keamanan dan privasi sangatlah penting bagi klien dan rekanan bisnis mereka. Oleh karena itu mereka telah memperkerjakan auditor-auditor webtrust yang telah memiliki lisensi dan dilatih secara khusus untuk mereview online procedure yang mereka jalankan (khususnya pada area privasi). Mereka juga mempertahankan standar-standar bisnis terbaik yang ada di dunia internet. Stempel webtrust dapat diberikan kepada sebuah situs web jika pengelola web telah secara konsisten mempertahankan standar-standar tinggi yang telah ditentukan pada area keamanan, integritas praktik bisnis/transaksi, ketersediaan informasi, confidentiality, dan non-repudiation. Stempel ini tidak dengan mudah dapat didapatkan oleh para pemilik website, karena jika suatu situs web telah memiliki stempel ini, maka pengelola web harus terus secara konsisten memenuhi standar-standar yang telah ditentukan oleh AICPA dan CICA, dengan adanya stempel ini pengelola web dan badan yang telah memberikan stempel ini sama-sama memiliki tanggung jawab besar untuk tetap menjaga kepercayaan konsumen dan pelaku bisnis.
Terdapat 6 stempel webtrust yaitu:
1. Privacy
Taat kepada aturan yang ketat mengenai pengumpulan, penyimpanan dan penggunaan informasi konsumen atau klien. Keuntungan bagi pemilik stempel adalah kepercayaan atas perusahaan.
2. Security
Mengikuti prosedur dan teknologi terkini yang layak dan aman. Keuntungannya adalah memberikan rasa aman bagi konsumen saat menjalankan transaksi baik offline maupun online.
3. Business Practices/Transaction Integrity
Mengurangi rasa kekhawatiran akan pencurian data saat transaksi online dan memastikan bahwa transaksi telah dijalankan secara menyeluruh Keuntungannya adalah mengurangi ketakutan konsumen akan melakukan praktik online.
4. Availability
Secara konsisten meberikan tingkan pelayanan yang telah disepakati dengan konsumen. Keuntungannya adalahmemperkuat daya tarik sebagai penyedia layanan aplikasi.
5. Confidentiality
Memperlihatkan kemampuan untuk melindungi informasi business-to-business. Keuntungannya adalah memberikan konsumen rasa percaya atas pengelolan pertukaran informasi secara online.
6. Non-Repudiation
Memastikan identitas dan kemampuan membayar konsumen atas transaksi online yang dilakukan. Keuntungannya adalah menjaga keuntungan perusahaan.
Daftar Pustaka
[1] http://www.aicpa.org
[2] http://www.wikipedia.org

Rabu, 04 November 2009

Etika Profesi Akuntan

Tugas Etika Profesi Akuntansi

1. Pengertian Etika

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) Etika adalah Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat . Etika adalah Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral

Menurut Maryani & Ludigdo (2001) “Etika adalah Seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi”

Dari asal usul kata, Etika berasal dari bahasa Yunani ‘ethos’ yang berarti adat istiadat/ kebiasaan yang baik Perkembangan etika yaitu Studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan, menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan pada umumnya. Secara garis besar Akuntan dapat digolongkan sebagai berikut :

a. Akuntan public

Akuntan yang berpraktik dalam kantor akuntan publik, yang menyediakan berbagai jenis jasa diatur dalam Standar Profesional Akuntan Publik, yaitu auditing, atestasi, akuntansi dan review, dan jasa konsultansi. Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dijabarkan ke dalam Etika Kompartemen Akuntan Publik untuk mengatur perilaku akuntan yang menjadi anggota IAI yang berpraktik dalam profesi akuntan publik.

b. Akuntan manajemen

Akuntan manajemen merupakan sebuah profesi akuntansi yang biasa bertugas atau bekerja di perusahaan-perusahaan. Akuntan manajemen bertugas untuk membuat laporan keuangan di perusahaan

c. Akuntan Pemerintah

Akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja pada lembaga-lembaga pemerintah, misalnya di kantor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pengawas Keuangan (BPK).

d. Akuntan Pendidik

Akuntan pendidik merupakan akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi, melakukan penelitian dan pengembangan akuntansi, mangajar, menyusun kurikulum pendidikan akuntansi di perguruan tinggi.

e. Akuntan Intern (Internal Accountant)

Akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan atau organisasi. Akuntan intern ini disebut juga akuntan perusahaan. Jabatan tersebut yang dapat diduduki mulai dari Staf biasa sampai dengan Kepala Bagian Akuntansi atau Direktur Keuangan. Tugas mereka adalah menyusun sistem akuntansi, menyusun laporan keuangan kepada pihak-pihak eksternal, menyusun laporan keuangan kepada pemimpin perusahaan, menyusun anggaran, penanganan masalah perpajakan dan pemeriksaan intern.

2. Fungsi Etika

1. Sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan pelbagai moralitas yang membingungkan.

2. Etika ingin menampilkanketrampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi secara rasional dan kritis.

3. Orientasi etis ini diperlukan dalam mengabil sikap yang wajar dalam suasana pluralism

3. Aturan Etika Profesi Akuntansi IAI

Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik bersumber dari Prinsip Etika yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Dalam konggresnya tahun 1973, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk pertama kalinya menetapkan kode etik bagi profesi akuntan Indonesia, kemudian disempurnakan dalam konggres IAI tahun 1981, 1986,1994, dan terakhir tahun 1998. Etika profesional yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dalam kongresnya tahun 1998 diberi nama Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia.

Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dimaksudkan sebagai panduan dan aturan bagi seluruh anggota, baik yang berpraktik sebagai akuntan publik, bekerja di lingkungan dunia usaha, pada instansi pemerintah, maupun di lingkungan dunia pendidikan dalam pemenuhan tanggung-jawab profesionalnya. Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi kepada kepentingan publik. Untuk mencapai tujuan tersebut terdapat empat kebutuhan dasar yang harus dipenuhi:

· Kredibilitas

Masyarakat membutuhkan kredibilitas informasi dan sistem informasi.

• Profesionalisme

Diperlukan individu yang dengan jelas dapat diidentifikasikan oleh pemakai jasa Akuntan sebagai profesional di bidang akuntansi.

• Kualitas Jasa

Terdapatnya keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh dari akuntan diberikan dengan standar kinerja tertinggi.

• Kepercayaan

Pemakai jasa akuntan harus dapat merasa yakin bahwa terdapat kerangka etika profesional yang melandasi pemberian jasa oleh akuntan.

Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian: (1) Prinsip Etika, (2) Aturan Etika, dan (3) Interpretasi Aturan Etika. Prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi Aturan Etika, yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. Prinsip Etika disahkan oleh Kongres dan berlaku bagi seluruh anggota, sedangkan Aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya mengikat anggota Himpunan yang bersangkutan. Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam penerapan Aturan Etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya. Pernyataan Etika Profesi yang berlaku saat ini dapat dipakai sebagai Interpretasi dan atau Aturan Etika sampai dikeluarkannya aturan dan interpretasi baru untuk menggantikannya.

;;